Liburan yang melancarkan rezeki dan mendapat keberkahan hidup. Yaps, liburan yang namanya bersilaturahim. 3 hari 2 malam cukup bagi saya untuk mengunjungi orang tua sahabat ketika SMA. Serang, itulah tempat liburan saya kemarin.
Tidak ada tempat wisata yang kami kunjungi. Kata ibunya "taun depan ya evi balik lagi ke sini, beli motor dulu ibu, nanti bisa jalan2 biar nggak dirumah ajah" gurauan ibu nya untuk membahagiakan hati ini. Tapi hati saya cukup bahagia bisa liburan dirumah, hehheheheh
Tinggal di keluarga tersebut sama halnya dengan tinggal dirumah, karena kegiatannya sama saja, eheheheheh
Bangun tidur, ke pasar, nemenin masak, nonton tv dan pastinya nonton korea. Satu hal yang membuat saya betah disana adalah makan, hehehehhehe
Ucapan yang keluar dari ibunya tidak lain kecuali "evi makan yang banyak, evi itu ada roti di makan ajah, evi itu pisang goreng, neng temenin evi buat makan" dan masih banyak lagi kata2nya yang meminta saya untuk makan, hahahhahah. Bahkan ketika siap2 mau tidur pun kata makan itu keluar, ahahhahahaha. Sampai saya mau pulang pun "makan dulu, nanti pingsan nggak ada yang nolongin"
Kekhawatiran seorang ibu, sama halnya dengan ibu sendiri. Sempet tidak boleh pulang pada sore itu. "Pulangnya besok ajah, nanti di anter bapak sampe terminal, ditungguin sampe naik bus" hahahhaha. Makasih bu makasih. Makasih atas perhatiannya, makasih atas ke khawatirannya. Maaf disana cuma numpang bobo sama makan, belum bisa kasih apa2, hehehehhe
Insyaa allah dikasih doa ajah sama evi ;-). Sehat terus ya ibu dan bapak, sampe nanti dapet cucu :-) "buruan nikah lu yi biar emak lu nimang cucu"
Liburan itu tidak harus ke tempat wisata, liburan itu tidak harus pergi ke laut atau pegunungan. Cukup mengunjungi saudara, sahabat atau siapapun itu yang harus kita kunjungi. Silaturahim :-). Sempatkan waktu liburan mu untuk bersilaturahim. Maaf untuk tempat2 yang belum bisa saya kunjungi. Doakan saya agar tetap sehat untuk bisa berkunjung.
Selamat berlibur sahabat semua :-). Liburan taun ini tidak akan terlupakan. Insyaa allah akan di simpan di hati
Jejak Wahyuni
... dan aku belum pernah kecewa berdoa dengan Mu, ya Tuhanku (Q.S Maryam : 4)
Jumat, 30 Desember 2016
Sabtu, 26 November 2016
Menghapal Surat CintaMU
1. Kita hafal banget Al Fatihah karena tak terhitung lagi berapa kali kita mengulangnya. Sudahkah hafalanmu diulang sebanyak Al Fatihah?
2. Kalau baru saja mengulang hafalan Al Quran beberapa kali, gak pantas mengeluh. Apalagi menyalahkan ‘ini ayatnya susah bangetz.”
3. Katakan pada surat hafalanmu, ‘saya siap mengulangmu sebanyak seringnya saya mengulang Al Fatihah.
4. Bercita-citalah memiliki hafalan Al Quran selancar kita melafalkan Al Fatihah.
5. “Janganlah mati kecuali dalam keadaan muslim’. Katakanlah, ‘Tidak ingin mati kecuali dalam keadaan menghafal Al Quran.”
6. Menghafal Al Quran itu harus INTENSIF dan SEPANJANG HIDUP.
7. Rasa jenuh bermula dari tak ada kesadaran iman & ibadah. Hati yang bersih takkan merasakan jenuh pada Al Quran.
8. Saat menghafal akan banyak cobaan. Seakan ditanya, ‘serius kamu ingin menghafal Al Quran?’ Agar diketahui siapa yang SERIUS
9. DOA INTENSIF: Jika hanya andalkan kemampuan diri, saya ini tidak mampu menghafal, Ya Allah. Maka saya tawakkal padaMu, mohon pertolongan.
10. Berdoa pula dengan TERUS MENERUS & dilakukan dengan cara-cara & di waktu2 mustajab. Ini hajat besar, sangat perlu pertolongan Allah.
11. Selain berdoa, kita pun harus SALING MENDOAKAN. Doakan saudara sesama penghafal Al Quran, karena ia berbalik pada kita.
12. Dengan menghafal Al Quran itu pun berarti kita hendak memuliakan kedua orangtua kita
13. Sebelum saya menghafal, saya mulakan dengan 100x shalawat. Agar saya menghafal Al Quran dalam keadaan dlimpahi rahmat Allah.
14. Saya juga memulakan menghafal dengan istighfar 100x. Jaminan untuk yang bertaubat adalah dlimpahi rizqi. Dan Al Quran itu rizqi terbesar.”
15. Upayakan aktivitas kita dengan Al Quran menjadi aktivitas utama dalam sehari-hari
16. Bagi yang telah merasakan nikmatnya bercinta dengan AlQuran, maka dia mengandaikan keseluruhan waktunya untuk AlQuran.
17. Waktu tepat untuk menghafal Al lQuran adalah waktu ketika SIAP untuk menghafal & kita harus punya WAKTU yang DEFINITIF bagi Al Quran
18. Waktu yang definitif ini waktu yg DIKHUSUSKAN dan terjadwal untuk AlQuran. Dengan begitu kita akan sabar dalam menghafal AlQuran.
19. Kesabaran itu perlu dbangun, salahsatu caranya adalah dengan memberikan waktu khusus untuk Al Quran. Hingga menjadi agenda harian
20. “Kapan waktumu buat alQuran?" | "Sesempatnya" | Maka ga akan sempat-sempat. JADWALKAN & KOMITMEN memenuhinya: ini #KiatSabarMenghafal
21. Tak ada niat baik yang diupayakan terus menerus, yang akan terus terkendali, kecuali pada akhirnya Allah akan berikan KEMUDAHAN.
23. Teruslah merayu diri dengan AlQuran
24. Bagi orang beriman : semangat tak bermaksiat, jika berdosa segera bertaubat. Yg tak beriman: menyepelekan maksiat.
25. Ketika maksiat itu terus berulang tanpa diikuti taubat & perbaikan diri, maka yang terjadi adalah HILANGNYA selera bersama Al Quran.
26. Jangan jadikan alasan tak ingin menghafal hanya karena ada kemungkinan berdosa & ketakutan hilang hafalan. Orang beriman semangatnya semangat tak bermaksiat
27. Saat maksiat tak diikuti taubat, maka berdampak selera bersama Al Quran hilang, yang akan diikuti hilangnya hafalan Al Quran.
28. Seorang penghafal Al Quran MUTLAK membutuhkan GURU. Tapi jika belum ada janga sampai menunda proses menghafal Al Quran.
29. Sesungguhnya kebutuhan jiwa kita pada Al Quran melebihi kebutuhan raga kita pada makanan.
[Motivasi #MenghafalAlquran dari Ust Abdul Aziz Abdur Rauf].
kiriman Nailah (STF 14)
Menghapal Qur'an cara satu-satunya untuk membahagiakan kedua orang tua. Tidak perlu uang banyak, pekerjaan tetap, atau gelar yang tinggi. Hanya membutuhkan KOMITMEN WAKTU DAN KESABARAN.
Siapa yang ingin memberikan Orang Tua nya Mahkota Cahaya di surgaNya kelak, maka mulailah dari sekarang untuk memghapal Al-Qur'an :-).
Semangadh Menghapal :-)♡♥
Wahyuni
27 November 2016
Tangerang
Langganan:
Komentar (Atom)